Senin, 20 September 2010

KODE ETIK AKUNTAN

Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)

  1. Tanggung Jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2. Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.

Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

3. Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.

Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4. Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.

6. Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7. Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8. Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan

Sumber : http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/06/29/kode-etik-akuntan/

Sabtu, 22 Mei 2010

Populasi dan Tekhnik Sampling

Populasi Dan Teknik Sampling
Istilah populasi dan teknik sampling sering kali kita dengar, namun terkadang istilah-istilah ini ada yang tidak dipahami betul. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas mengenai populasi, sampel dan teknik sampling.

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Bahkan satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain-lain.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul representatif (dapat mewakili).

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling). Sedangkan non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini terdiri sampling sistematis, , sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling.

Menentukan ukuran sampel merupakan bagian dari teknik sampling, dimana jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan populasi. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang keselahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum).

Dalam penelitian kuantitatif, populasi dan sampel penelitian sangat diperlukan. Populasi adalah wilayah generasli yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah sebagaian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil, dan begitu juga sebaliknya.
Dalam menetapkan besar kecilnya sampel, tidaklah ada suatu ketetapan yang mutlak, artinya tidak ada ketentuan berapa persen suatu sampel harus diambil. Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah keadaan homogenitas dan heterogenitas populasi. Jika keadaan populasi homogen, jumlah sampel hampir-hampir tidak menjadi persoalan, sebaliknya jika keadaan populasi heterogen, maka pertimbangan pengambilan sampel harus memperhatikan dua hal, yaitu
(1) harus diseleidiki kategori-kategori heterogenitas
(2) besarnya populasi.

Langkah-langkah dalam penarikan sampel adalah penetapan ciri-ciri populasi yang menjadi sasaran dan akan diwakili oleh sampel di dalam penyelidikan. Penarikan sampel dari penelitian tidak lain memiliki tujuan untuk memperoleh informasi mengenai populasi tersebut. Oleh karena itu, penarikan sampel sangat diperlukan dalm penelitian.
Terdapat beberapa jenis desain sampling dalam penelitian. Jenis pertama desain sampling adalah probality sampling. Jenis sampling ini ada beberapa, yaitu
(1) acak sederhana (sampling random sampling), yaitu acak jenis ini adalah acak yang paling dikenal oleh banyak orang dalam pencarian sampel,
(2) rancangan acak berstrata (stratified random sampling) yaitu apabila populasi terdiri dari sejumlah sub-kelompok atau lapisan yang mungjin memiliki ciri yang berbeda acapkali diperlukan suatu bentuk penarikan sampel yang disebut penarikan berlapis,
(3) rancangan klaster (claster sampling), yaitu mendaftar semua anggota populasi sasaran dan kemudian memilih sampel diantaranya,
(4) rancangan sistematis (systematic sampling), yaitu penarikan sampel dengan cara mengambil setiap kasus yang kesekian dari daftar populasi.

Terdapat dua rumus yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian. Selain itu juga diberikan cara menentukan ukuran sampel yang sangat praktis yaitu dengan menggunakan tabel dan nomogram. Tabel yang digunakan adalah tabel Krejcie dan Nomogram Harry King. Dengan kedua cara tersebut tidak perlu dilakukan perhitungan yang rumit.

Untuk pengertian dan penjelasan lebih lanjut mengenai probability sampling, non probability sampling serta cara menentukan ukuran sampel akan dibahas pada tulisan khusus mengenai Teknik Pengambilan Sampling.

sumber :
http://asprosbinareka.com/info.php?act=artDet&id=128
http://lubisgrafura.wordpress.com/2009/01/20/populasi-dan-sampel-penelitian/

Rabu, 14 April 2010

Bab I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Perusahaan yang tidak mampu bersaing maka tidak akan bertahan dan akan tersingkir dari dunia usaha yang dijalankannya. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), selain tujuan perusahaan pada umumnya yaitu memperoleh laba. Dengan persaingan yang ketat maka perusahaan memerlukan dana yang cukup banyak, sedangkan pembiayaan yang ada selama ni sulit didapat. Kondisi ini mengakibatkan perusahaan mencari sumber pembiayaan yang lain yaitu mengeluarkan sebagian sahamnya.
Untuk mendapatkan modal melalui penjualan saham, maka perusahaan tersebut harus mencatatkan efeknya melalui proses go public. Perusahaan yang telah go public adalah milik masyarakat umum yang telah menanamkan modalnya, maka perusahaan wajib menginformasikan hasil-hasil yang telah dicapai yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi calon investor karena dari laporan keuangan inilah dapat diketahui kinerja dari suatu perusahaan.
Investasi merupakan komitmen dana pada saat ini yang diharapkan menghasilkan tambahan dana dimasa depan. Pasar modal bisa menjadi harapan yang menguntungkan bagi para investor, namun mereka harus mempertimbangkan resiko yang akan dihadapi karena investasi dipasar modal mengandung unsur ketidakpastian. Salah satu sumber investasi yang dapat digunakan investor adalah laporan keuangan. Dengan melihat laporan keuangan dari suatu perusahaan maka para investor dapat menilai apakah saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan dibursa atau tidak. Jika saham perusahaan tidak aktif diperdagangkan maka tidak ada perubahan harga dan tidak ada transaksi perdagangan sehingga return akan nol dan oleh sebab itu para investor berkepentingan dengan informasi kinerja perusahaan.
Pemilihan investasi yang tepat akan mencerminkan perusahaan sebagai tempat penanaman modal yang baik bagi investor, sehingga hal ini akan membantu mempertinggi nilai perusahaan. Disamping itu, bila perusahaan berkembang baik, maka nilai perusahaan akan meningkat sehingga nilai investasi pada perusahaan juga meningkat akibatnya harga saham akan meningkat dan pendapatan saham juga meningkat. Investor yang melakukan investasi pada saham dapat memperoleh pendapatan yang tinggi, melalui pemilihan saham perusahaan yang berprospek cerah, sehingga investor mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk memperoleh pendapatan saham lebih besar dimasa yang akan datang.
Berbagai teknik analisis digunakan pada analisis laporan keuangan untuk menekankan pentingnya suatu data disajikan (secara relatif dan komparatif), dan untuk mengevaluasi posisi perusahaan. Untuk meningkatkan tingkat kinerja keuangan perusahaan, diperlukan suatu metode analisa rasio yang bertujuan untuk menganalisa posisi keuangan suatu perusahaan.
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dilihat peranan kinerja perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan yang bergerak di bidang Komunikasi dan Informasi. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai bahan pembuatan penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT EXCELCOMINDO PRATAMA TBK TRIWULAN 1,2,3 PADA PERIODE 2007-2009 ”.

1.2 Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini, penulis akan mengemukakan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang masalah, yaitu sebagai berikut:
1. Menghitung rasio profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return on Equty dan Earning Per Share PT Excelcomindo Pratama Tbk Triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009.
2. Apakah rasio profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share Mempunyai hubungan dan pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham PT. Excelcomindo Pratama Tbk triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009.

1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis akan mencari hubungan atau pengaruh antara kinerja Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share keuangan terhadap harga saham. Untuk mendapatkan arah pembahasan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan pada laporan keuangan PT Excelcomindo Pratama triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009 melalui analisis rasio keuangan, analisis deskriftif, korelasi, dan regresi linier berganda.
1.4 Tujuan Penulisan
Berdasarkan pada perumusan masalah, maka tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah :
1. Untuk mengetahui Rasio Probalitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share pada PT. Excelcomindo Pratama Tbk serta pengaruhnya terhadap harga saham selama kurun waktu 2007-2009.
2. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Excelcomindo Pratama Tbk serta pengarunya terhadap harga saham selama kurun waktu 2007-2009.
3. Untuk mengetahui apakah rasio profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share Mempunyai hubungan dan pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham selama kurun waktu 2007-2009.

1.5 Manfaat Penulisan
Dalam penulisan ilmiah ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain :
1. Manfaat Bagi Penulis
Penulisan Ilmiah ini akan menambah pengetahuan penulis mengenai kinerja keuangan terhadap harga saham PT. Excelcomindo Pratama Tbk.
2. Manfaat Bagi Perusahaan
Dengan adanya penulisan ilmiah ini, diharapkan dapat memberi informasi dan manfaat bagi perusahaan dalam melakukan kinerja keuangan tehadap harga saham.
3. Manfaat Bagi Pembaca
Dengan adanya penulisan ilmiah ini, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan literature pelengkap dan sebagai sumber bagi penelitian sejenis pada masa yang akan datang.

1.6 Metode Penelitian
1.6.1. Objek Penelitian
PT. Excelcomindo Pratama Tbk yang terletak di Jl . Mega Kuningan Lot. E4-7 No.1, Jakarta 12950 .

1.6.2. Data Penelitian
Penulis menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan neraca, laporan R/L dan harga saham yang dilakukan oleh PT. Excelcomindo Pratama Tbk triwulan 1,2,3 periode 2007-2009.

1.6.3. Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan penggambaran perusahaan sesungguhnya yang dilakukan dengan dua teknik pengumpulan data penelitian, yaitu:
a. Studi Lapangan ( Field Study)
Dilakukan untuk mendapatkan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berada di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Pusat. Adapun data yang diperoleh yaitu neraca dan laporan laba rugi PT. Excelcomindo Pratama Tbk untuk Triwulan 1,2,3 periode 2007-2009.

b. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu mencari dan menelaah referensi dari buku-buku , literature-literature , catatan-catatan materi atau penulisan ilmiah lainnya yang dapat membantu penulisan dalam mentusun penulisan ilmiah ini .

1.6.4 Alat analisis yang digunakan
1. Ukuran kinerja keuangan yang digunakan adalah rasio profitabilitas karena saham mempengaruhi ekuitas dan profitabilitas berhubungan dengan kemampuan perusahaan yang menghasilkan laba,kalau likuiditas mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, sedangkan solvabilitas mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Earning Per Share (EPS). Adapun rasio profitabilitas yang digunakan terdiri dari : Net Profit Margin, Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE) berdasarkan laporan keuangan perusahaan berupa neraca, laporan laba rugi, harga saham perusahaan.

2. Ukuran yang digunakan untuk mencari hubungan antara kinerja keuangan terhadap harga saham yaitu dengan menggunakan perhitungan analisis deskriftif, korelasi berganda, dan regresi linier berganda.


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1. Laporan Keuangan
Menurut Zaki Baridwan (1992, p.17), “laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan”.

2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan (1999, p.2), “menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan”
Laporan keuangan adalah laporan keuangan sangat perlu bagi kepentingan perkembangan perusahaan,karena dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan laporan keuangan juga digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana hasil analisis tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.
Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer atau pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) terhadap perusahaan , yaitu pemilik perusahaan, pemerintah, kredit, maupun pihak-pihak yang berkepentingan.
Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, diperlukan informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan yang memungkinkan analisis untuk menelaah kondisi dan hasil dari suatu usaha.
Beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai arti dari laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Menurut Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia dikatakan bahwa : “Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.” (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002 : 2)
“Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam periode tertentu”(Kasmir , 2008:14)
“Laporan keuangan adalah dalam prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntan Indonesia , Jakarta 1974) dikatakan bahwa laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi-laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana-dana (S.Munawir ,2006:6)
Menurut S.Munawir (2004:2) “Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.
Dari pendapat-pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah ringkasan dari transaksi-transaksi yang terjadi dalam proses akuntansi yang terdiri dari neraca, laporan perhitungan rugi laba serta laporan keuangan lainnya yang merupakan alat komunikasi antara data keuangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus disusun sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan misalnya investor, pemilik, pemimpin perusahaan, pemerintah dan kreditor.
Tujuan Laporan Keuangan menurut ( Ikatan Akuntan Indonesia , 2002 : 4 ) adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, Laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
3. Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi, keputusan ini mungkin mencakup keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan mengangkat atau mengganti manajemen

2.1.3. Sifat Laporan Keuangan
Sifat Laporan Keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara :
1) Fakta yang telah dicatat (Recorded Fact)
2) Prinsip-prinsip dan kebiasaan didalam akuntansi (Accounting Convention and Postulate)
3) Pendapat pribadi (Personal Judgment)

2.1.4. Jenis Laporan Keuangan
Keseimbangan harta terhadap kewajiban dan kepemilikan tidaklah cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap. Pemilik usaha dan pemberi pinjaman tertarik untuk mengetahui nilai dari jenis pendapatan dan jenis beban. Mereka juga tertarik untuk mengetahui nilai dan jenis-jenis harta, kewajiban dan kepemilikan usaha pada setiap akhir periode. Untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut disajikan suatu bentuk laporan keuangan.
Laporan Keuangan ini meliputi :
1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Neraca
3. Laporan Perubahan Modal.
1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Setiap jangka waktu tertentu, umumnya satu tahun, perusahaan perlu memperhitungkan hasil usaha perusahaan yang dituangkan dalam bentuk laporan laba rugi. Hasil usaha tersebut didapat dengan cara membandingkan penghasilan dan biaya selama jangka waktu tertentu sehingga dapat diketahui besarnya laba atau rugi perusahaan.
Laporan Rugi Laba dapat didefinisikan sebagai kesimpulan dari pendapaatan, beban-beban, dan pendapatan bersih atau rugi bersih dri suatu usaha dalam kurun waktu tertentu. Dapat juga dikatakan sebagai Laporan Laba atau Rugi, atau Laporan operasional perusahaan.
Menurut S.Munawir dikatakan bahwa : “ Laporan Laba Rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan,biaya,rugi/laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu (S.Munawir , 2004:26)

Menurut Wibowo dan Abu Bakar Arif dikatakan bahwa : “ Laporan Laba Rigi merupakan jenis laporan keuangan yang dibuat setiap akhir periode akuntansi berisi mengenai semua pendapatan (revenues) dan semua beban (expenses) yang terjadi selama periode akuntansi.
Ada 3 kemungkinan dari laporan laba-rugi yaitu :
1. Jika jumlah pendapatan lebih besar dari jemlah beban, maka perusahaan memperoleh laba bersih (Net Income)
2. Jika jumlah pendapatan sama dengan jumlah beban, maka perusahaan memperoleh impas (Break Even Point)
3. Jika jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah beban, maka perusahaan memperoleh rugi bersih (Nett Loss)

2. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang berisi harta, utang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu.
Jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender.
Neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu : harta, hutang dan modal
Menurut S.Munawir dikatakan bahwa : “Neraca adalah salah satu laporan keuangan yang sistematis tentang aktiva,hutang serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu (S.Munawir , 2004 : 13)

Hubungan Neraca dengan Laporan Laba Rugi
Bagi seseorang biasanya atau pada mulanya menganggap bahwa laporan perhitungan laba rugi lebih penting daripada neraca, tetapi sebenarnya keduanya sangat diperlukan oleh seseorang penganalisis karena kedua laporan itu mempunyai hubungan satu sama lainnya, bukanlah berdiri sendiri-sendiri.
Untuk mengetahui bertambahnya modal atau kekayaan perusahaan, ini hanya akan diketahui dari neraca, tetapi untuk mengetahui kemajuan atau sebab-sebab perubahan modal tersebut diperlukan laporan yang lain, yaitu laporan laba rugi.
Bagi calon kreditur untuk mengetahui jaminan yang disediakan oleh perusahaan atas semua hutang-hutangnya akan dapat dilihat dalam neraca, tetapi untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar bunga modal yang dipinjamnya sangat tergantung pada keuntungan dimasa mendatang, hal ini akan diketahui dari laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan, dan hanya perusahaan yang mampu memperoleh keuntungan dari modal yang dipinjamnyalah yang merupakan jaminan yang baik bagi para kreditur.

3. Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahn yang terjadi pada modal suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.

4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow)
Merupakan laporan yang memberikan informasi tentang kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas atau setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas,laporan arus kas menggantikan laporan sumber dan penggunaan dana karena dirasakan kurang informasi bagi pengguna laporan keuangan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement)
Ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting, yang dianut perusahaan harus disajikan tersendiri sebelum catatan atas laporan keuangan atau sebagian catatan atas laporan keuangan.
Ikhtisar tersebut memuat penjelasan mengenai kebijakan-kebijakan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dan hasil perusahaan , seperti : metode penyusunan aktiva tetap.

2.1.5. Pemakai Laporan Keuangan.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan(Ikatan Akuntan Indonesia,2002: 2-3), pemakai laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1. Investor. Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
2. Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
3. Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
5. Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
6. Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
7. Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang diperkerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

2.1.6. Pengertian Kinerja
Menurut Standar Akuntansi Keuangan, pengertian kinerja perusahaan terkait dengan tujuan laporan keuangan, yaitu :
“Penghasilan bersih (laba) seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi (return on investement) atau penghasilan per saham (earnings per share).

Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban. Pengakuan dan pengukuran penghasilan dan beban, dan karenanya juga penghasilan bersih (laba), tergantung sebagian pada konsep modal dan pemeliharaan modal yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangannya.” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 17).

2.3. Penelitian Sejenis
VERAWATY KABAN (2003) “Analisis Hubungan Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Antara PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. DAN PT SEMEN CIBINONG Tbk. Untuk Periode 1998-2002’
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah berdasarkan nilai koefisien korelasi untuk Rasio Profitabilitas memiliki hubungan yang searah dan lemah sedangkan Price Earning Ratio memiliki hubungan yang searah dan cukup kuat untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan hubungan yang searah dan kuat untuk PT Semen Cibinong Tbk. , Earning Per Share memililiki hubungan yang tidak searah dan lemah terhadap harga saham. Berdasarkan nilai koefisien penentu yang dihasilkan menunjukkan bahwa Rasio Profitabilitas, Earning Per Share dan Price Earning Ratio memiliki pengaruh terhadap harga saham namun lemah.Untuk uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Profitabilitas, Earning Per Share, dan Price Earning Ratio dengan harga saham pada kedua perusahaan tersebut untuk periode 1998-2002. Hal ini bukan disebabkan oleh kinerja perusahaan yang kurang baik, tetapi lebih dikarenakan situasi perekonomian yang kurang menguntungkan, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terutama pada akhir tahun 2000 yang mengakibatkan kedua perusahaan tersebut mengalami rugi selisih kurs yang sangat besar.



BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1. Sejarah Perusahaan
PT Excelcomindo Pratama Tbk, (“XL” atau “Perseroan”) didirikan pda 6 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan Lesttari yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa umum. Pada tahun 1995, dengan kerjasama antara Rajawali Group – pemegang saham – dengan beberapa investor asing ( Nynex, AIF, dan Mitsui ), PT Grahametropolitan Lestari mengubah nama menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan kegiatan utama usahanya sebagai penyelenggara jasa telepon dasar.
XL mulai beroperasi secara komersial pada 8 Oktober 1996 dengan menyediakan jasa telepon dasar menggunakan teknologi GSM. Dalam perkembangannya, XL juga memperoleh izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular untuk teknologi DCS 1800. Izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup, izin penyelenggaraan jasa internet (Internet Services Protocol/ISP) dan izin penyelenggaraan jasa internet telepon untuk keperluan publik (Voice over Internet Protocol / VoIP ). Pada tahun 2006 XL memperoleh izin penyelenggaraan seluler untuk teknologi 3G dan meluncurkannya secara komersial pada bulan September 2006.

3.2. Data Penelitian
Data yang penulis gunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah data sekunder. Data ini diperoleh dengan cara mengumpulkan data yang telah diolah pihak perusahaan berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan berupa laporan keuangan (ikhtisar keuangan) dan harga saham PT Excelcomindo Pratama Tbk. Juga diperoleh dengan membuka website. PT Excelcomindo Pratama Tbk. Yang berada pada www.idx.co.id sebagai kerangka teoritis dan juga diperoleh dari studi kepustakaan yang meliputi literature, kerangka dan tulisan yang berhubungan dengan objek penelitian.
3.3. Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan penggambaran perusahaan sesungguhnya yang dilakukan dengan dua teknik pengumpulan data penelitian, yaitu :
a. Penelitian Lapangan ( Field Study)
Dilakukan untuk mendapatkan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berada di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Pusat. Adapun data yang diperoleh yaitu neraca dan laporan laba rugi PT. Excelcomindo Pratama Tbk untuk Triwulan 1,2,3 periode 2007-2009.

b. Penelitian Kepustakaaan (Library Study)
Yaitu mencari dan menelaah referensi dari buku-buku , literature-literature , catatan-catatan materi atau penulisan ilmiah lainnya yang dapat membantu penulisan dalam mentusun penulisan ilmiah ini .

3.4. Alat Analisis yang Digunakan
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang akan diambil.
Sebelum mengadakan analisis terhadap kondisi dari laporan keuangan suatu perusahaan serta untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai ooleh perusahaan, umumnya yang sering digunakan sebagai ukuran adalah analisis rasio.
Dalam penulisan ilmiah penulis melakukan analisis kinerja perusahaan dengan tujuan untuk mencari hubungan antara kinerja perusahaan dengan harga saham, karenanya dalam melakukan analisis rasio keuangan penulis mengambil sudut pandang pemilik perusahaan yang telah menginvestasikan modalnya bagi perusahaan.

Oleh karena itu penulis hanya akan membahas analisis rasio yang berhubungan yaitu:
1. Rasio Profitabilitas, yang terdiri dari :
a. Laba Bersih Dibanding Penjualan (Net Profit Margin)
Rasio ini dihitung dengan membandingkan antara laba bersih dengan pendapatan bersih.

Net Profit Margin (NPM) = Laba bersih setelah pajak x100%
Pendapatan Bersih


b. Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Investment)
Rasio ini sering juga disebut dengan Return On Total Assests. Rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber ekonomi yang ada untuk menciptakan laba.


Return On Investment (ROI) = Laba bersih setelah pajak x100%
Total Aktiva


c. Rasio Pengembalian Modal (Return On Equity)
Rasio ini disebut juga Return On Net Worth. Rasio ini untuk mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan kontribusi pemilik dan seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber-sumber lain untuk kepentingan pemilik.


Return On Equity (ROE) = Laba bersih setelah pajak x100%
Modal Pemilik (Equity)

2. Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share (EPS) merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak pada satu tahun buku dengan jumlah saham yang diterbitkan. Dalam perhitungan Earning Per share, kita mengenal 2 jenis Earning Per Share, yaitu Earning Per Share Historis dan Earning Per share Proyektif. Earning Per Share Historis merupakan Earning Per Share yang dihitung berdasarkan kinerja perusahaan-perusahaan pada tahun buku yang telah lampau. Sedangkan Earning Per Share Proyektif merupakan Earning Per Share yang diperkirakan akan terjadi dengan asumsi-asumsi sesuai dengan proyeksi kinerja emiten.



Earning Per Share (EPS) = Laba bersih setelah pajak x100%
Jumlah saham yang diterbitkan

3. Variabel Pengukurannya
Dalam Penelitian ini terdapat dua variabel sebagai berikut :
 Variabel tidak bebas ( Dependen Variabel)
Penulis Menentukan Harga saham Sebagai Variabel tidak bebas karena harga saham yang berubah-ubah sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya.
Y= Harga saham
Harga saham Yang diambil adalah harga saham penutup.
 Variabel Bebas (Independen Variabel
Variabel bebas diambil dari kinerja keungan perusahaan.
Rasio Profitabilitas Terdiri dari :
X1 = Net Profit Margin ( NPM )
X2 = Return Investment (ROI)
X3 = Return On Equity ( ROE )
Rasio EPS Terdiri dari :
X4 = Earning Per Share ( EPS )
Rasio Ini di Ukur dengan Membandingkan antara laba bersih perusahaan dan jumlah saham yang beredar

4. Analisis Deskriftif
Analisa deskriftif adalah digunakan untuk pengujian mean, standar deviasi dan standar kesalahan untuk menggambarkan distribusi data apakah normal atau tidak maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

5. Analisis Korelasi bivariate person
Analisa korelasi ( bivariat corelation ) untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengatahui arah hubungan antara yang terjadi antara dua variabel tersebut maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

6. Analisis Regresi Linier Berganda
Adalah regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua variabel atau lebih variabel independen ( X1,X2X3,X4 ) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen hubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. data yang digunakan bersekaka interval atau rasio maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

a. Analisa Korelasi Ganda ( R )
Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1,X2,X3 dan X4 ). Terhadap dependen ( Y ) atau serentak. koefisien ini menunjukan seberapa besar persentase variasi variabel dependen ( R ) maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

b. Analisa korelasi Determinasi ( R2 )
Analisis determinasi dalam regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1,X2,X3,dan X4) secara serentak terhadap variabel dengan dependen (Y). koefisien ini menunjukan seberapa besar persentase variasi variabel dependen R2 maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

c. Uji Regresi bersama-sama ( Uji- F )
Uji f test, didapat f nilai hitung untuk variabel independen secara bersama-sama terhadap harga saham. Uji f digunakan untuk menguji hipotesa penelitian, yang ditempuh melalui dua pendekatan, yaitu : membandingkan angka f hitung (staf) dengan tabel f. maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

d. Koefisien Regresi Uji Parsial ( Uji T )
Uji t merupakan uji signifikan pengaruh masing-masing koefisien regresi dan variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan demikian, melalui uji t akan diketahui akan diketahui bagaimana pengaruh variabel independen secara parsial terhadap harga saham. Uji t digunakan untuk menguji hipotesa penelitian, yang melalui dua pendekatan, yaitu membandingkan angka t hitunga dengan t tabel maka hasil output yang didapat dengan menggunakan SPSS.

Minggu, 04 April 2010

metode penelitian

STUDI KEPUSTAKAAN/MENYUSUN KERANGKA TEORITIS, HIPOTESIS PENELITIAN, DAN JENIS PENELITIAN
Oleh :
Dr. Hj. Dewi L. Badriah, M.Kes.

Kemampuan peneliti untuk menyusun kerangka teoritis akan sangat terkait dengan upaya penelusuran studi kepustakaan, sebagai upaya memperoleh sejumlah referensi yang mendukung dan tepat untuk membahas lingkup kajian penelitian yang dilakukan. Selanjutnya kerangka teoritis yang disusun akan bermanfaat pada saat peneliti menentukan hipotesis penelitian.

1. Studi Kepustakaan
Setelah seorang peneliti telah menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan: teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari: buku, jurnal, majalah, hasil-hasil penelitian (tesis dan disertasi), dan sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet, koran dll). Keseluruhan upaya tersebut, dikatakan sebagai upaya Studi Kepustakaan untuk penelitian.
Istilah studi kepustakaan digunakan dalam ragam istilah oleh para ahli, diantaranya yang dikenal adalah: kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, dan tinjuan teoritis. Penggunaan istilah-istilah tersebut, pada dasarnya merujuk pada upaya umum yang harus dilalui untuk mendapatkan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Bila kita telah memperoleh kepustakaan yang relevan, maka segera untuk disusun secara teratur untuk dipergunakan dalam penelitian. Oleh karena itu studi kepustakaan meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis, penemuan pustaka, dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian.
Studi kepustakaan mempunyai beberapa fungsi, meliputi:
1. Menyediakan kerangka konsepsi atau teori untuk penelitian yang direncanakan.
2. Menyediakan informasi tentang penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.
3. Memberi rasa percaya diri bagi peneliti, karena melalui kajian pustaka semua konstruksi yang berhubungan dengan penelitian telah tersedia.
4. Memberi informasi tentang metode-metode, populasi dan sampel, instrumen, dan analisis data yang digunakan pada penelitian yang dilakukan sebelumnya.
5. Menyediakan temuan, kesimpulan penelitian yang dihubungkan dengan penemuan dan kesimpulan kita.
Studi kepustakaan dari sumbernya dibedakan menjadi dua bagian yaitu: kepustakaan konseptual dan kepustakaan penelitian. Kepustakaan konseptual meliputi konsep-konsep atau teori-teori yang ada pada buku-buku dan artikel yang ditulis oleh para ahli yang dalam penyampaiannya sangat ditentukan oleh ide-ide atau pengalaman para ahli tersebut. Sebaliknya kepustakaan penelitian meliputi laporan penelitian yang telah diterbitkan baik pada jurnal maupun majalah ilmiah.
Bagi para pemula disarankan untuk menggunakan studi kepustakaan yang berasal dari kepustakaan konseptual, untuk lebih memudahkan dalam merangkum dan mengkategorikan teori, sesuai dengan kebutuhan pada saat akan membuat kerangka konseptual.
Didasarkan pada hal tersebut di atas, maka ada beberapa strategi dalam menyampaikan studi kepustakaan:
1. Ungkapkan kajian pustaka yang benar-benar terkait erat dengan variabel penelitian.
2. Ungkapkan kajian pustaka dengan urutan dari mulai paparan variabel bebas sampai dengan variabel terikat atau ungkapkan dari variabel yang cakupannya umum dan luas ke arah variabel yang spesifik. Tentu saja secara luas dan nampak saling menyapa antar paparan variabel tersebut dan bukan merupakan kumpulan kutipan sehingga tidak menjadi suatu pola pemikiran yang menyeluruh.
3. Dapat diungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik sampel dan demografinya, bila memang dibutuhkan.

2. Kerangka Konsep
Penentuan kerangka konseptual oleh peneliti akan sangat membantu dalam menentukan arah kebijakan dalam pelaksanaan penelitian. Kerangka konseptual merupakan kerangka fikir mengenai hubungan antar variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian atau hubungan antar konsep dengan konsep lainnya dari masalah yang diteliti sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada studi kepustakaan.
Konsep dalam hal ini adalah suatu abstraksi atau gambaran yang dibangun dengan menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh karena itu, konsep tidak dapat diamati dan diukur secara langsung. Agar supaya konsep tersebut dapat diamati dan diukur, maka konsep tersebut harus dijabarkan terlebih dahulu menjadi variabel-variabel.
Dengan adanya kerangka konseptual akan bermanfaat bagi:
a. Minat penelitian akan lebih terfokus ke dalam bentuk yang layak diuji dan akan memudahkan penyusunan hipotesis.
b. Memudahkan identifikasi fungsi variabel penelitian, baik sebagai variabel bebas, tergantung, kendali, dan variabel lainnya.
Contoh “pendidikan” adalah konsep. Agar dapat diukur maka dijabarkan dalam bentuk variabel, misalnya “tingkat pendidikan atau jenis pendidikan”. “Ekonomi keluarga” adalah konsep, maka diubah menjadi variabel “tingkat penghasilan”. Kedua konsep tersebut dapat disebut sebagai variabel bebas. Sedangkan konsep lainnya dapat disebut sebagai variabel terikat, misalnya perilaku membuang sampah. Konsep-konsep tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:


Gambar 1. Interkorelasi konsep
Cara yang terbaik untuk mengembangkan kerangka konseptual tentu saja harus memperkaya asumsi-asumsi dasar yang berasal dari bahan-bahan referensi yang digunakan. Hal ini dapat diperkuat dengan mengadakan amatan-amatan langsung pada lingkup area masalah yang akan dijadikan penelitian. Dengan demikian kerangka konseptual yang dibuat merupakan paduan yang harmonis antara hasil pemikiran dari konsep-konsep (deduksi) dan hasil empirikal (induksi).
Pola berpikir deduksi adalah proses logika yang berdasar dari kebenaran umum mengenai suatu fenomena (teori) dan menggeneralisasikan kebenaran tersebut pada suatu peristiwa atau data tertentu yang berciri sama dengan fenomena yang bersangkutan. Pola pikir induksi adalah proses logika yang berangkat dari data empirik lewat observasi menuju kepada suatu teori. Dengan kata lain induksi adalah proses mengorganisasikan fakta-fakta atau hasil-hasil pengamatan yang terpisah menjadi suatu rangkuman hubungan atau suatu generalisasi.

3. Merumuskan Hipotesis
3.1 Pengertian hipotesis
Menyusun landasan teori juga merupakan langkah penting untuk membangun suatu hipotesis. Landasan teori yang dipilih haruslah sesuai dengan ruang lingkup permasalahan. Landasan teoritis ini akan menjadi suatu asumsi dasar peneliti dan sangat berguna pada saat menentukan suatu hipotesis penelitian.
Peneliti harus selalu bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan terdahulu baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Jadi, dalam hal ini telaah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hipotesis penelitian dapat dirumuskan melalui jalur:
1. Membaca dan menelaah ulang (reviu) teori dan konsep-konsep yang membahas variabel-variabel penelitian dan hubungannya dengan proses berfikir deduktif.
2. Membaca dan mereviu temuan-temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan penelitian lewat berfikir induktif.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin kita pelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian.

3.2 Manfaat Hipotesis
Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
1. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
2. Imajinasi dan pemikiran kreativ dari si peneliti.
3. Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
4. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

3.3 Ciri hipotesis yang baik
Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif, bukan kalimat pertanyaan.
2. Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian.
3. Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta.
4. Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat duji secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
5. Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.
Beberapa contoh hipotesis penelitian yang memenuhi kriteria yang tersebut di atas:
1. Olahraga teratur dengan dosis rendah selama 2 bulan dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada pasien IDDM.
2. Pemberian tambahan susu sebanyak 3 gelas per hari pada bayi umur 3 bulan meningkatkan berat badan secara signifikan.


3.4 Menggali hipotesis
Didasarkan pada paparan di atas, maka tentu saja merumuskan hipotesis bukan pekerjaan mudah bagi peneliti. Oleh karena itu seorang peneliti dituntut untuk dapat menggali sumber-sumber hipotesis. Untuk itu dipersyaratkan bagi peneliti harus:
1. Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
2. Memiliki kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat, objek, dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.
3. Memiliki kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan.
Dari beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa penggalian sumber-sumber hipotesis dapat berasal dari:
1. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam yang berkaitan dengan fenomena.
2. Wawasan dan pengertian yang mendalam tentang suatu fenomena.
3. Materi bacaan dan literatur yang valid.
4. Pengalaman individu sebagai suatu reaksi terhadap fenomena.
5. Data empiris yang tersedia.
6. Analogi atau kesamaan dan adakalanya menggunakan imajinasi yang berdasar pada fenomena.
Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis lebih banyak disebabkan karena hal-hal:
1. Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada pengetahuan tentang kerangka teori yang jelas.
2. Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teori yang ada.
3. Gagal berkenalan dengan teknik-teknik penelitian yang ada untuk merumuskan kata-kata dalam membuat hipotesis secara benar.

3.5 Jenis-jenis Hipotesis
Penetapan hipotesis tentu didasarkan pada luas dan dalamnya serta mempertimbangkan sifat dari masalah penelitian. Oleh karena itu, hipotesispun bermacam-macam, ada yang didekati dengan cara pandang: sifat, analisis, dan tingkat kesenjangan yang mungkin muncul pada saat penetapan hipotesis.
3.5.1 Hipotesis dua-arah dan hipotesis satu-arah
Hipotesis penelitian dapat berupa hipotesis dua-arah dan dapat pula berupa hipotesis satu-arah. Kedua macam tersebut dapat berisi pernyataan mengenai adanya perbedaan atau adanya hubungan.
Contoh hipotesis dua arah:
1. Ada perbedaan tingkat peningkatan berat badan bayi antara bayi yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
2. Ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar siswa.
Hipotesis dua-arah memang kurang spesifik, oleh karena itu perlu diformulasikan dalam hipotesis satu-arah. Contoh:
1. Terdapat perbedaan peningkatan berat badan bayi yang signifikan antara bayi yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
2. Ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan siswa dengan prestasi belajar siswa.
3.5.2 Hipotesis Statistik
Rumusan hipotesis penelitian, pada saatnya akan diuji dengan menggunakan metode statistik, perlu diterjemahkan dalam bentuk simbolik. Simbol-simbol yang digunakan dalam rumusan hipotesis statistik adalah simbol-simbol parameter. Parameter adalah besaran-besaran yang apa pada populasi.
Sebagai contoh, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya perbedaan usia menarche yang berarti antara siswi SMU I dan SMU II. Hal ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan rata-rata usia menarche antara siswi dari kedua sekolah tersebut. Dalam statistika, rata-rata berarti mean yang mempunyai simbol M, sedangkan parameter mean bagi populasi adalah . Oleh karena itu, simbolisasi hipotesis tersebut adalah:
Ha; 1≠ 2 (Hipotesis dua-arah) (kurang spesifik)
Ha: 1 > 2 (Hipotesis satu-arah) (tepat dan spesifik)
Atau

Ha; 1- 2 ≠ 0 (Hipotesis dua-arah)
Ha: 1 - 2 > 0 (Hipotesis satu-arah) IDM
Dengan demikian simbol Ha berarti hipotesis alternatif, yaitu penerjemahan hipotesis penelitian secara operasional. Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja. Jadi, statistik sendiri digunakan tidak untuk langsung menguji hipotesis alternatif, akan tetapi digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis nihil (nol). Penerimaan atau penolakan hipotesis alternatif merupakan konsekuensi dari penolakan atau penerimaan hipotesis nihil.
Hipotesis nihil atau null hypothesis atau Ho adalah hipotesis yang meniadakan perbedaan antar kelompok atau meniadakan hubungan sebab akibat antar variabel. Hipotesis nihil berisi deklarasi yang meniadakan perbedaan atau hubungan antar variabel. Contoh dari hipotesis nol secara statistik adalah:
Ho; 1- 2 = 0 (Hipotesis dua-arah)
Ho: 1= 2= 0 (Hipotesis satu-arah)
Pada akhirnya penolakan terhadap hipotesis nihil akan membawa kepada penerimaan hipotesis alternatif, sedangkan penerimaan terhadap hipotesis nihil akan meniadakan hipotesis alternatif.

3.6 Kesalahan dalam perumusan hipotesis dan pengujian hipotesis
Dalam perumusan hipotesis dapat saja terjadi kesalahan. Macam kesalahan dalam perumusan hipotesis ada dua macam yaitu:
a. Menolak hipotesis nihil yang seharusnya diterima, maka disebut kesalahan alpha dan diberi simbol  atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran.
b. Menerima hipotesis nihil yang seharusnya ditolak, maka disebut kesalahan beta dan diberi simbol .
Pada umumnya penelitian di bidang pendidikan digunakan taraf signifikansi 0.05 atau 0.01, sedangkan untuk penelitian kedokteran dan farmasi yang resikonya berkaitan dengan nyawa manusia, diambil taraf signifikansi 0.005 atau 0.001 bahkan mungkin 0.0001. Misalnya saja ditentukan taraf signifikansi 5% maka apabila kesimpulan yang diperoleh diterapkan pada populasi 100 orang, maka akan tepat untuk 95 orang dan 5 orang lainnya terjadi penyimpangan.
Cara pengujian hipotesis didekati dengan penggunaan kurva normal. Penentuan harga untuk uji hipotesis dapat berasal dari Z-score ataupun T-score. Apabila harga Z-score atau T-score terletak di daerah penerimaan Ho, maka Ha yang dirumuskan tidak diterima dan sebaliknya.

4. Jenis Penelitian
Jenis-jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar keilmuan yang dimiliki oleh para pakar dalam memberikan klasifikasi akan jenis penelitian yang diungkapkan. Namun demikian, jenis penelitian secara umum dapat digolongkan sebagaimana yang akan dipaparkan berikut ini.

4.1. Jenis Penelitian Menurut Pendekatan Analitik
Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi menjadi dua macam, yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
4.1.1 Jenis penelitian kuantitatif
Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metoda statistik. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metoda kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya, penelitian kuantitaif merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar.
Bila disederhanakan penelitian berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.
a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis kecenderungan. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum. Jenis penelitian deskriptif yang cukup dikenal adalah penelitian survei.
b. Penelitian inferensial
Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Dengan demikian, kesimpulan penelitian jauh melebihi sajian data kuantitatif saja, dan kesimpulannya adakalanya bersifat umum.
4.1.2 Jenis penelitian menurut pendekatan kualitatif
Penelitian dengan pendekatan kualitatif pada umumnya menekankan analisis proses dari proses berfikir secara deduktif dan induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan senantiasa menggunakan logika ilmiah. Penelitian kualitatif tidak berarti tanpa menggunakan dukungan dari data kuantitatif, akan tetapi lebih ditekankan pada kedalaman berfikir formal dari peneliti dalam menjawab permasalahan yang dihadapi.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengembangkan konsep sensitivitas pada masalah yang dihadapi, menerangkan realitas yang berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah (grounded theory), dan mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi.

4.2 Jenis Penelitian Menurut Tujuan
Jenis penelitian menurut tujuan terdiri dari:
4.2.1 Penelitian Eksploratif
Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
4.2.2 Penelitian Pengembangan
Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan. Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun.
4.2.3 Penelitian Verifikatif
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja, masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan kulit. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang air tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata.

4.3 Jenis Penelitian Menurut Waktu
4.3.1 Penelitian Longitudinal
Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dengan ciri: waktu penelitian lama, memerlukan biaya yang relatif besar, dan melibatkan populasi yang mendiami wilayah tertentu, dan dipusatkan pada perubahan variabel amatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan sesuatu hal, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu. Jenis penelitian ini sering digunakan pada penelitian lingkup Epidemiologi dengan beberapa rancangan yang khas, seperti kohort, cross-sectional, dan kasus kontrol.
a. Kohort
Penelitian kohort sering juga disebut penelitian follow up atau penelitian insidensi, yang dimulai dengan sekelompok orang (kohor) yang bebas dari penyakit, yang diklasifikasikan ke dalam sub-kelompok tertentu sesuai dengan paparan terhadap sebuah penyebab potensial terjadinya penyakit atau outcome.
Penelitian kohort memberikan informasi terbaik tentang penyebab penyakit dan pengukurannya yang paling langsung tentang resiko timbulnya penyakit. Jadi ciri umum penelitian kohort adalah:
a. dimulai dari pemilihan subyek berdasarkan status paparan.
b. melakukan pencatatan terhadap perkembangan subyek dalam kelompok studi amatan.
c. dimungkinkan penghitungan laju insidensi (ID) dari masing-masing kelompok studi.
d. peneliti hanya mengamati dan mencatat paparan dan penyakit dan tidak dengan sengaja mengalokasikan paparan.
Oleh karena penelitian kohort diikuti dalam suatu periode tertentu, maka rancangannya dapat bersifat restropektif dan prospektif, tergantung pada kapan terjadinya paparan pada saat peneliti mau mengadakan penelitian.
Rancangan penelitian kohort prospektif, jika paparan sedang atau akan berlangsung, pada saat penelitian memulai penelitiannya. Rancangan kohort retrospektif, jika paparan telah terjadi sebelum peneliti memulai penelitiannya. Jenis penelitian ini sering disebut sebagai penelitian prospektif historik.
b. Penelitian cross-sectional (Lintas-Bagian)
Penelitian lintas-bagian adalah penelitian yang mengukur prevalensi penyakit. Oleh karena itu seringkali disebut sebagai penelitian prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penyakit dengan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara serentak pada individu dari populasi tunggal pada satu saat atau periode tertentu.
Penelitian lintas-bagian relatif lebih mudah dan murah untuk dikerjakan oleh peneliti dan amat berguna bagi penemuan pemapar yang terikat erat pada karakteristik masing-masing individu. Data yang berasal dari penelitian ini bermanfaat untuk: menaksir besarnya kebutuhan di bidang pelayanan kesehatan dari populasi tersebut. Instrumen yang sering digunakan untuk memperoleh data dilakukan melalui: survei, wawancara, dan isian kuisioner.
c. Penelitian Kasus Kontrol (case control)
Penelitian kasus kontrol adalah rancangan epidemiologis yang mempelajari hubungan antara paparan (amatan penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya. Ciri penelitian ini adalah: pemilihan subyek berdasarkan status penyakitnya, untuk kemudian dilakukan amatan apakah subyek mempunyai riwayar terpapar atau tidak. Subyek yang didiagnosis menderita penyakit disebut: Kasus berupa insidensi yang muncul dari populasi, sedangkan subyek yang tidak menderita disebut Kontrol.

4.4 Jenis Penelitian Menurut Rancangan
Ada beberapa jenis penelitian yang didasarkan pada rancangan yang digunakan untuk memperoleh data, misalnya penelitian korelasional, kausal-komparatif, eksperimen, dan penelitian tindakan (action research).
4.4.1 Penelitian Korelasional (correlational research)
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.
Contoh penelitian korelasional yang umum dilakukan:
a. Studi yang mempelajari hubungan antara skor pada test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi semester pada mahasiswa STIKes di Wilayah Jawa Barat.
b. Studi analisis faktor mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan, pendidikan, dan status sosial dengan pemilihan jenis persalinan di desa tertinggal.


4.4.2 Penelitian Kausal-Komparatif (causal-comparative research)
Tujuan penelitian kausal-komparatif adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
Penelitian kausal-komperatif bersifat ex post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat sebagai “dependent variable” dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan, dan maknanya.
4.4.3 Penelitian Eksperimental-Sungguhan (true-experimental research)
Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dengan satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.
Ciri utama dari penelitian eksperimen meliputi:
a. Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib-ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi (pengaturan secara rambang).
b. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenai perlakuan eksperimental.
c. Memusatkan usaha pada pengontrolan varians dengan cara: pemilihan subyek secara acak, penempatan subyek dalam kelompok-kelompok secara rambang, dan penentuan perlakuan eksperimental kepada kelompok secara rambang.
d. Validitas internal merupakan tujuan pertama metode eksperimental.
e. Tujuan ke dua metode eksperimental adalah validitas eksternal.
f. Dalam rancangan eksperimental yang klasik, semua variabel penting diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
4.4.4 Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental research)
Tujuan penelitian eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validiti eksternal rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.
Ciri penelitian eksperimen semu meliputi:
a. Penelitian eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang di dalamnya adalah tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan kecuali beberapa dari variabel tersebut.
b. Subyek penelitian adalah manusia, misalnya dalam mengukur aspek minat, sikap, dan perilaku.
c. Tetap dilakukan randomisasi untuk sampel, sehingga validitas internal masih dapat dijaga.
4.4.5 Penelitian Tindakan (action research)
Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain.
Contoh penelitian tindakan misalnya adalah:
a. Penelitian tentang pelaksanaan suatu program inservice training untuk melatih para konselor bekerja dengan anak putus sekolah;
b. Penelitian untuk menyusun program penjajagan dalam pencegahan kecelakaan pada pendidikan pengemudi;
c. Penelitian untuk memecahkan masalah apatisme dalam penggunaan teknologi modern atau metode menanam padi yang inovatif.
Ciri penelitian tindakan adalah:
a. Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja.
b. Menyediakan rangka-kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan baru.
c. Penelitian mendasarkan diri kepada observasi aktual dan data mengenai tingkah laku, dan tidak berdasar pada pendapat subyektif yang didasarkan pada pengalaman masa lampau.
d. Fleksibel dan adaptif, membolehkan perubahan selama masa penelitiannya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on-the spot experimentation dan inovasi.

sumber : www.kopertis4.or.id/.../studi_kepustakaan_DR%5B1%5D._Dewi.Doc

Selasa, 02 Maret 2010

Riset Ilmiah.

Pengetahuan tentang riset ilmiah

Penelitian (riset) dan ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Penelitian ilmiah digunakan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan; ilmu pengetahuan tidak akan berkembang bila tidak menggunakan riset ilmiah.
Riset ilmiah kepada ilmu pengetahuan:
(1) meng-upgrade
(2) membuat up to date dan canggih
(3) diaplikasi untuk kebutuhan masyarakat

Ilmu pengetahuan berguna bagi riset ilmiah:
(1) masukan untuk memulai proses riset ilmiah baru
(2) tahapan berpikir ilmiah: peneliti mulai dengan
(a) berpikir deduktif, yaitu mencoba berteori terhadap sebuah fakta atau fenomena sosial, melalui interpretasi, dalil, hukum dan teori
(b) hipotesis, dimana berpikir deduktif mengarah pada mencari jawaban logis terhadap masalah/apa yang menjadi perhatian dalam riset, dan jawaban ini merupakan jawaban sementara yang merupakan dasar dalam menjelaskan kemungkinan adanya hubungan antar gejala
(c) pembuktian hipotesa, peneliti melakukan persiapan dengan menyediakan perangkat-perangkat penelitian yang terdiri dari:
i. Metode penelitian: yaitu sebuah proses yang terdiri dari rangkaian tata cara pengumpulan data,
ii. Perekaman data di lapangan
iii. Pengujian-pengujian hipotesis
iv. Proses analisa
v. Membuat kesimpulan-kesimpulan induktif

Suatu penelitian dikatakan ilmiah:
- pokok-pokok pikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan mempergunakan pembuktian-pembuktian yang meyakinkan, yaitu :
(a) dengan mengajukan fakta-fakta yang diperoleh secara obyektif dan melalui proses pembuktian
(b) bukti-bukti tersebut didapatkan melalui penelitian yang teliti dan hati-hati

Dalam tulisan ilmiah (hasil riset), merepresentasikan:
- Wawasan dan penguasaan terhadap ilmu
- Pemahaman terhadap sutau persoalan
- Ketajaman pikiran
- Pandangan kritis
- Cara berpikir
- Keterampilan menyampaikan pikiran
- Keterampilan menulis
- Ketepatan pemilihan kata
- Gaya bahasa, dll

Contoh hasil riset
Hasil Riset Ilmuwan Indonesia Miskin Publikasi
Adalah sebuah kebanggaan tersendiri apabila hasil temuan seorang ilmuwan bisa terpampang dalam jurnal ilmiah internasional. Nama-nama seperti Science atau Nature dikenal sebagai jurnal ilmiah bergengsi tingkat dunia yang memuat terobosan-terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan. Jurnal-jurnal ini seolah menjadi pengakuan tersendiri di kalangan ilmuwan sebagai tempat unjuk gigi kemampuan mereka. Sedemikian kerasnya "persaingan" dalam dunia sains hingga tidak sembarang penemuan bisa diakui jika tidak dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional. Keberhasilan PPL Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi asal Inggris dalam melakukan transplantasi organ babi ke manusia agak diragukan kaum ilmuwan dunia. Alasannya cukup sederhana, tim ilmuwan dari Edinburgh tersebut tidak mempublikasikan hasil-hasil temuannya di jurnal ilmiah internasional. Padahal PPL cukup memiliki kredibilitas dalam berbagai riset bioteknologi. Namun lembaga tersebut dipandang sebelah mata oleh ilmuwan lain karena mereka lebih suka mempublikasikan temuannya di surat kabar biasa. Nama ilmuwan Indonesia yang pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tingkat dunia masih bisa dihitung dengan jari. Kelangkaan ini diakui oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Ir. Hatta Radjasa. "Dari sekian banyak Riset Unggulan Terpadu (RUT) yang dibiayai Kementrian Riset dan Teknologi (KRT), belum ada satu pun yang pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmuah internasional," ujar Hatta kepada SH di Jakarta, awal pekan ini. Padahal untuk RUT, KRT mengucurkan dana sekitar Rp100 juta untuk satu jenis penelitian. Dalam satu tahun, ada 35 sampai 146 RUT yang dibiayai negara. Untuk tahun ini, ada 90 jenis RUT yang mengajukan proposal dan lolos seleksi untuk mendapatkan dana pemerintah. Terbelakang Apa pasal sehingga tak satu pun temuan ilmuwan Indonesia berhasil menembus jurnal ilmiah internasional? Joko Pitono, penanggung jawab program RUT sekaligus peneliti dari Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa ada beberapa temuan yang sempat dimuat dalam jurnal ilmiah dunia, namun tidak lebih dari 10 persen. Joko menyebut seorang ilmuwan asal Bandung yang berhasil menemukan teknik peragian tempe pencegah pembusukan. "Dibanding dengan ilmuwan Singapura atau Filipina, jumlah ilmuwan kita yang bisa menembus jurnal ilmiah internasional berada di urutan terbawah," ungkap Joko. "Selain memang kualitas penemuan kita agak tertinggal, kita terbentur masalah dana juga, Untuk bisa dimuat dalam jurnal tersebut kita harus membayar US$ 100 dolar," lanjutnya. Namun pernyataan Joko ini disanggah oleh Prof.Dr. Sangkot Marzuki, seorang ahli biologi molekuler Indonesia yang hasil studinya banyak dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional seperti Human Biology, Journal of Human Genetics, Human Mutation, Neurol dan banyak lagi.. Menurut guru besar Monash University ini, ia tidak pernah membayar sepeser pun agar tulisannya dimuat di jurnal-jurnal tersebut. "Jurnal besar seperti Science atau Nature tak pernah meminta bayaran. Memang ada beberapa jurnal kecil yang meminta bayaran untuk ketersediaan halaman tapi kalau si penulis tidak mampu maka tulisannya tidak akan ditolak hanya kerena tidak ada dana," ungkap Sangkot dalam kesempatan terpisah. Sangkot juga menyebut bahwa Indonesia termasuk negara "terbelakang" dalam penulisan hasil studi di jurnal internasional. Bahkan bisa disejajarkan dengan negara-negara Afrika, yakni sekitar urutan ke-70 dari seluruh negara di dunia. Dibanding dengan Filipina dan Malaysia, Indonesia masih jauh di belakang. Padahal di Amerika Serikat (AS), Jepang atau Singapura setiap tahun terdapat ratusan atau bahkan ribuan tulisan di jurnal ilmiah yang berasal dari ilmuwan setempat. Menurut Joko, kalau pun ada kelebihan temuan ilmuwan lokal yang menembus jurnal ilmiah dunia itu disebabkan oleh kekhasan dari alam Indonesia. Yang dimaksud Joko di sini adalah keragaman hayati alias biodiversitas Indonesia menjadi kelebihan tersendiri sehingga mampu termuat dalam jurnal internasional. "Contohnya, penemuan teknologi peragian tempe itu tadi. Memang tempe sudah dipatenkan oleh Belanda dan Jepang, namun teknik peragiannya dimiliki oleh ilmuwan kita dan sempat menghiasi jurnal ilmiah internasional. Ini disebabkan di negara lain tidak ada penelitian tentang tempe," ujar alumni teknik fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Selama ini, LIPI dan institusi penelitian lain di Indonesia mengategorikan hasil penelitian menjadi beberapa golongan. Untuk penelitian yang dikatakan bagus akan mendapatkan hak paten. Sedangkan penelitian yang biasa saja namun bisa dimanfaatkan akan diserap oleh industri. Jangankan yang pertama, kategori kedua saja di Indonesia belum mencapai 10 persen. Bahasa Kaku Sementara di mata Hatta Radjasa, sebuah penemuan baru bisa dikatakan sebagai inovasi jika memang sudah masuk pasar atau tersentuh oleh industri. Jika belum maka hanya disebut sebagai penemuan atau inventory. Penemuan inilah yang selayaknya dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional. Sebab tanpa publikasi maka sebuah temuan akan sia-sia saja. Dr. Page Morgan, guru besar fisiologi tumbuhan dari Texas A & M University, yang juga penyunting jurnal Plant Physiology, menyatakan bahwa hasil penelitian para ilmuwan harus ditulis dan diterbitkan agar punya makna. Hasil penelitian yang tidak menyebar dalam bentuk tulisan tidak akan bermanfaat karena tidak dapat dinilai dan diakui oleh sesama ilmuwan. Namun, Dr. Morgan tidak hanya mengatakan bahwa hasil penelitian harus ditulis, tetapi, yang lebih penting, ditulis dengan baik. Kelemahan inilah yang dimiliki oleh sebagian besar ilmuwan Indonesia. Dari sekian banyak RUT yang didanai KRT memang sudah diterbitkan dalam bentuk buku berseri dan compact disc (CD). Hanya sayangnya tulisan-tulisan ilmiah tersebut sama sekali tidak komunikatif dan menarik. Seperti teknologi sistem isolasi semi aktif tahan gempa yang dipaparkan Yuskar Lase dari Universitas Indonesia (UI) dalam buku bertajuk Penawaran Teknologi Hasil RUT terbitan KRT tahun 2000. Di sini hanya dipaparkan secara singkat mengenai kategoti teknologi, deskripsi, keuntungan, tenaga ahli dan alih teknologi, tidak lebih dari satu halaman. Hal ini berlaku pula bagi semua hasil RUT yang terdapat dalam buku ini. Disajikan begitu kaku dalam bahasa baku yang tak dimengerti orang awam. Padahal kalangan industri yang diharapkan mau melirik teknologi unggulan ini adalah orang awam. Maka tak heran kalau penelitian di Indonesia masih di bawah standar negara maju. Di negara seperti AS, 60-70 persen anggaran penelitian datang dari swasta, sisanya dari pemerintah. Namun di Indonesia tidak lebih dari 20 persen, sedangkan anggaran dari pemerintah tidak lebih dari 0,18 persen dari pendapatan per kapita. (Sinar Harapan)


Sumber :
http://catatankuliahdigital.blogspot.com/2009/12/pengertian-penelitian-ilmiah-dan-metode.html
http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=481

Rabu, 30 Desember 2009

Middle Of The Night On The Mountain Tamang .

Tengah Malam Di Gunung Tamang .

Thursday morning at around 10:00, my boat went to the Mount Tamang goals. Laden ship makes me hesitate, too, because the position of the water was very close to the mouth side of the ship. Many of the items taken, began to taste the help Bulog, Indomie, and all kinds of groceries brought on board, perhaps to stall times yes. When compared with the number of people, many things hehehe.

Promptly at 12:00 noon I passed a small pier last Sunday I went to wait for this ship but left to go hehehe. While enjoying the rice packets I sat on the roof of this little boat rode slowly past the Kapuas River.

Around 02.00 hours the day, the ship stopped at a small dock that doubles as a cafe and restaurant, clay directly deh fridge in the shop, now there happens to be a bottle of cold anti-dehydration, fresh ... well here I know someone who was the head of the village in an area that I want to go. Hehehe praise no purpose and the person sought been met.

After that, the ship again walked slowly through the woods on both sides, sometimes seem a little house by the river, beautiful scenery and truly an adventure, so remember war era.

When the Maghrib, where signals Mobile does not even exist anymore, unload the ship docked in an area called the Tail of dizziness, a village in the dark because there was no electricity, but there make generator that night would not really dark and scary. About half an hour the ship stopped there fell a few things that can be ordered there.

I ship to walk slowly in the dark kapuas river, I climbed onto the roof of the boat, lifted his head to the sky, Subhanallah, I saw a star-studded with the beautiful, in Pontianak I saw this as many stars, many, so beautiful, eerie feeling to walk in the middle of the Kapuas River in small boats lost only once to see the beauty of the universe

About 08.00 that night, my ship came in an area called staggered Island, a crowded area and quite light, because here is the use of system plants are 2 PLTS and can be referred to as Diesel Hybrid Power Plant. Here I waited about half an hour down a lot of stuff. Apparently all the remaining items on the ship here.

At 09.30 the ship started to go again, said the mayor was about 2 hours away, I thought, it was dark again on the left and right of the forest can only be seen once again shines the spotlight may be to assist navigation and avoidance of waste wood which can be large enough endanger the ship. Because already very tired, I fell a sleep so good. Soon after I was awakened by the crew who arrived a few minutes, Soon after I was awakened by the crew who arrived a few minutes, I left the right clay was still dark still woods, where his village. Shortly kapalpun stopped at a small road made of wood floating in the river, I went there with the village head, was dark, I saw only 2 houses with the help of a small flashlight, deh I went straight to the village headman's house is very simple, lighted only small, an era of war really hehehe. Just talking a little, the village head allows us to sleep, crazy 'is a trip to this area takes 14 hours, the trip was tiring.

Rabu, 16 Desember 2009

Taman Safari Indonesia .

1 November 2009, Me and My boy friend Went for a trip to Taman Safari Indonesia, which is located in Cisarua, Puncak, the city of Bogor. There we were very pleased with the cheerful around large forest full of animals, a lot of knowledge about the animals we got there, after Circling over an Animal Taman Safari management, We agreed to take the Sky Lift at Taman Safari outside, in Sky Lift My boy friend surprised me, he gave me a ring as a symbol of our engagement, I felt very touched at all, this is the first time in my life, and for the last, amien.

Taman Safari Indonesia is beautiful, But there are many more animals we see sights such as Waterfalls, Springs, Rivers flow from Cibeureum waterfalls, and many more.Taman Safari is my favorite place, Because the more Knowledge I have gained in there, but also the still very real, Beautiful, and cool. In addition, There are events that I never expected.

It's a little story about My favorite place, It’s my short trip in Taman Safari Indonesia, and I'll go back there, to remember the good times that.