Selasa, 04 Januari 2011

JURNAL PI

ABSTRAK

Nenty Dwi Handayani. 21207400

nenty.dwihandayani@gmail.com

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. EXCELCOMINDO PRATAMA.TBK TRIWULAN 1,2,3 PADA PERIODE 2007-2009

(xi + 74 + Lampiran)

Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui rasio profitabilitas (Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity) dan Earning Per Share pada PT. Excelcomindo Pratama. Tbk Triwulan 1,2,3 periode 2007-2009, serta untuk mengetahui pengaruhnya terhadap harga saham PT Excelcomindo Pratama. Penelitian ini menggunakan perhitungan analisis deskriftif, korelasi berganda, dan regresi linier berganda yang dibantu menggunakan SPSS 17.

Berdasarkan nilai regresi linier berganda atau nilai ( R ) dan determinasi ( R2 ) menunjukan bahwa NPM,ROI,ROE, dan EPS memiliki pengaruh yang sangat kuat dan searah yang signifikan antara NPM,ROI,ROE, dan EPS terhadap harga saham. Untuk pengujian hipotesa uji f yang telah dilakukan menunjukan bahwa Ho diterima berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara NPM,ROI, ROE, dan EPS terhadap harga saham. untuk pengujian t yang telah dilakukan menunjukan bahwa Ho diterima yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara NPM,ROI,ROE, dan EPS.Terhadap harga saham PT Excelcomindo Pratama Tbk triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2010. Hal ini bukan disebabkan oleh perusahaan yang kurang baik, tetapi karena dipengaruhi oleh variabel-variabel lain dapat berupa faktor ekternal perusahaan seperti faktor teknis, faktor sosial, ekonomi dan politik. Seperti perkembangan kurs, kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah, kondisi perekonomian nasional kondisi politik suatu Negara dan lain sebagainya.

Daftar Pustaka (2001-2009)

Bab I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Perusahaan yang tidak mampu bersaing maka tidak akan bertahan dan akan tersingkir dari dunia usaha yang dijalankannya. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), selain tujuan perusahaan pada umumnya yaitu memperoleh laba. Dengan persaingan yang ketat maka perusahaan memerlukan dana yang cukup banyak, sedangkan pembiayaan yang ada selama ini sulit didapat. Kondisi ini mengakibatkan perusahaan mencari sumber pembiayaan yang lain yaitu mengeluarkan sebagian sahamnya.

Untuk mendapatkan modal melalui penjualan saham, maka perusahaan tersebut harus mencatatkan efeknya melalui proses go public. Perusahaan yang telah go public adalah milik masyarakat umum yang telah menanamkan modalnya, maka perusahaan wajib menginformasikan hasil-hasil yang telah dicapai yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi calon investor karena dari laporan keuangan inilah dapat diketahui kinerja dari suatu perusahaan.

Investasi merupakan komitmen dana pada saat ini yang diharapkan menghasilkan tambahan dana dimasa depan. Pasar modal bisa menjadi harapan yang menguntungkan bagi para investor, namun mereka harus mempertimbangkan resiko yang akan dihadapi karena investasi dipasar modal mengandung unsur ketidakpastian. Salah satu sumber investasi yang dapat digunakan investor adalah laporan keuangan. Dengan melihat laporan keuangan dari suatu perusahaan maka para investor dapat menilai apakah saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan dibursa atau tidak. Jika saham perusahaan tidak aktif diperdagangkan maka tidak ada perubahan harga dan tidak ada transaksi perdagangan sehingga return akan nol dan oleh sebab itu para investor berkepentingan dengan informasi kinerja perusahaan.

Pemilihan investasi yang tepat akan mencerminkan perusahaan sebagai tempat penanaman modal yang baik bagi investor, sehingga hal ini akan membantu mempertinggi nilai perusahaan. Disamping itu, bila perusahaan berkembang baik, maka nilai perusahaan akan meningkat sehingga nilai investasi pada perusahaan juga meningkat akibatnya harga saham akan meningkat dan pendapatan saham juga meningkat. Investor yang melakukan investasi pada saham dapat memperoleh pendapatan yang tinggi, melalui pemilihan saham perusahaan yang berprospek cerah, sehingga investor mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk memperoleh pendapatan saham lebih besar dimasa yang akan datang.

Berbagai teknik analisis digunakan pada analisis laporan keuangan untuk menekankan pentingnya suatu data disajikan (secara relatif dan komparatif), dan untuk mengevaluasi posisi perusahaan. Untuk meningkatkan tingkat kinerja keuangan perusahaan, diperlukan suatu metode analisa rasio yang bertujuan untuk menganalisa posisi keuangan suatu perusahaan.

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dilihat peranan kinerja perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan yang bergerak di bidang Komunikasi dan Informasi. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai bahan pembuatan penulisan ilmiah dengan judul “PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PT EXCELCOMINDO PRATAMA TBK TRIWULAN 1,2,3 PADA PERIODE 2007-2009 ”.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam perumusan masalah ini, penulis akan mengemukakan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang masalah, yaitu sebagai berikut:

1. Apakah Rasio Profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share mempunyai hubungan terhadap perubahan harga saham PT. Excelcomindo Pratama Tbk Triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009 ?

2. Apakah Rasio Profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham PT. Excelcomindo Pratama Tbk Triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009 ?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan pada perumusan masalah, maka tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah :

1. Untuk mengetahui hubungan antara Rasio Profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share terhadap harga saham pada PT. Excelcomindo Pratama Tbk selama kurun waktu 2007-2009.

2. Untuk mengetahui apakah Rasio Profitabilitas Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan Earning Per Share mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham pada PT. Excelcomindo Pratama Tbk selama kurun waktu 2007-2009.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Laporan Keuangan

“Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.” (Zaki Baridwan, 1992 : p.17)

2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan

“Menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (dapat disajikan dalam berbagai cara, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.” (Standar Akuntansi Keuangan, 1999 : p.2)

Laporan keuangan adalah laporan keuangan sangat perlu bagi kepentingan perkembangan perusahaan,karena dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan laporan keuangan juga digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana hasil analisis tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer atau pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) terhadap perusahaan, yaitu pemilik perusahaan, pemerintah, kredit, maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, diperlukan informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan yang memungkinkan analisis untuk menelaah kondisi dan hasil dari suatu usaha.

Laporan keuangan adalah dalam prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntan Indonesia , Jakarta 1974) dikatakan bahwa “Laporan Keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi-laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana-dana.” (S.Munawir , 2006 : 6)

“Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.” (S.Munawir, 2004 : 2)

“Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.” (Drs.Djarwanto.P.S)

“Laporan Keuangan adalah merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.” (Drs.Dwi Prastowo.D, M.M, Akt)

“Laporan Keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan.” (Baridwan, 1992 : 17)

“Laporan Keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan.” (Sundjaja dan Barlian, 2001 : 47)

Dari pendapat-pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah ringkasan dari transaksi-transaksi yang terjadi dalam proses akuntansi yang terdiri dari neraca, laporan perhitungan rugi laba serta laporan keuangan lainnya yang merupakan alat komunikasi antara data keuangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.2. Data Penelitian

Data yang penulis gunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah data sekunder. Data ini diperoleh dengan cara mengumpulkan data yang telah diolah pihak perusahaan berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan rasio profitabilitas perusahaan berupa laporan keuangan (ikhtisar keuangan) dan harga saham PT Excelcomindo Pratama Tbk. Juga diperoleh dengan membuka website PT Excelcomindo Pratama Tbk. Yang berada pada www.idx.co.id sebagai kerangka teoritis dan juga diperoleh dari studi kepustakaan yang meliputi literature, kerangka dan tulisan yang berhubungan dengan objek penelitian.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Objek Penelitian

PT Excelcomindo Pratama Tbk yang terletak di Jl. Mega Kuningan Lot. E 4-7 No.1 Jakarta 12950 Indonesia .

4.1.1. Sejarah Tentang Excelcomindo Pratama

PT Excelcomindo Pratama Tbk, (“XL” atau “Perseroan”) didirikan pada 6 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan Lesttari yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa umum.

Enam tahun kemudian pada tahun 1995. Perseroan mengambil suatu langkah penting seiring dengan kerja sama antara Rajawali Group – pemegang saham PT Grahametropolitan Lesatari – dan tiga investor asing ( Nynex, AIF, dan Mitsui ). PT Grahametropolitan Lestari mengubah nama menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan kegiatan utama usahanya sebagai penyelenggara jasa telepon dasar.

Pada tahun 1996, XL mulai beroperasi secara komersial dengan fokus cakupan area di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hal ini menjadikan XL sebagai perusahaan tertutup pertama di Indonesia yang menyediakan jasa telepon dasar bergerak seluler.

Bulan September 2005 merupakan suatu tonggak penting untuk Perseroan. Dengan mengembangkan seluruh aspek bisnisnya. XL menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Jakarta sekarang Bursa Efek Indonesia. Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh TM International Berhad melalui Indocel Holding sdn Bhn (83,8%) dan Emirates Telecommunications Corporation (Etislat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (16,0%).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. KESIMPULAN

Berdasarkan data yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat di simpulkan sebagai berikut :

1. Berdasarkan nilai koefisien korelasi untuk Rasio Profitabilitas memiliki hubungan yang cukup kuat dan searah antara Harga Saham terhadap NPM karena Nilai korelasi pearson sebesar 0,625 dan tingkat signifikannya 0,072. Yang memiliki hubungan yang sedang dan searah antara Harga Saham terhadap ROI karena Nilai korelasi pearson sebesar 0,426 dan tingkat signifikannya 0,253 .Yang memiliki hubungan yang rendah, searah antara Harga Saham terhadap ROE karena nilai korelasi person sebesar 0,317 dan tingkat signifikan 0,406 dan Harga Saham terhadap EPS karena Nilai korelasi pearson sebesar 0,250 dan tingkat signifikannya 0,517.

2. Untuk PT Excelcomindo Pratama Tbk. Berdasarkan nilai Regresi Linier Berganda atau ( R ) yang dihasilkan menunjukkan bahwa NPM,ROI,ROE dan EPS memiliki pengaruh yang sangat kuat karena korelasi ganda bernilai 0,805 dan searah terhadap harga saham yang signifikan. Koefisien Determinasi R2 (R square) sebesar 0,648 atau 64,8 %. Hal ini menunjukan bahwa persentase sumbangan pengaruh variable independen NPM (X1), ROI (X2), ROE (X3), dan EPS (X4).terhadap variable dependen (harga saham) sebesar 64,8% atau variasi variable independen yang digunakan dalam model NPM (X1), ROI (X2), ROE (X3), dan EPS (X4) mampu menjelaskan sebesar 64,8% variasi variable dependen (harga saham). Sedangkan sisanya sebesar 35.2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variable lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Untuk Pengujian hipotetis Pada Triwulan 1,2,3 periode 2007-2009 didapat nilai f hitung NPM, ROI, ROE, dan ROE sebesar (1,839) yang berada didaerah penerimaan Ho, sehingga Ho diterima berarti tidak berpengaruh terhadap harga saham pada PT Excelcomindo Pratama Triwulan 1,2,3 pada periode 2007-2009. Sedangan untuk pengujian hipotetis didapat nilai t hitung untuk NPM sebesar (1,429), ROI sebesar (0,022), ROE sebesar (0,603), dan EPS (-0,895). Yang berada didalam daerah penerimaan Ho, sehingga Ho diterima berarti tidak berpengaruh. terhadap harga saham pada PT Excelcomindo Pratama Tbk Triwulan 1,2,3 pada Tahun 2007-2009.

5.2. SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba memberikan saran sebatas pengetahuan penulis, sebagai berikut :

1. Bagi PT Excelcomindo Pratama Tbk. Diharapkan dapat meningkatkan Rasio Profitabilitas perusahaan dengan baik, karena dengan Rasio Profitabilitas perusahaan yang baik maka akan mengasilkan kinerja keuangan yang baik pula. Kinerja keuangan yang baik dapat mempertahankan dan memperbesar laba perusahaan tersebut agar dapat meningkatkan harga saham dan menarik investor untuk menanamkan modalnya.

2. Bagi para investor, penulis menyarankan agar melakukan analisa terlebih dahulu dalam membeli saham, dimana analisa ini dapat dilihat dari bentuk laporan keuangan terhadap rasio keuangan. Dan juga untuk menanamkan dana mereka dalam bentuk saham sebagai bahan pertimbangan bagi keputusan investasinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham perusahaan adalah Rasio Profitabilitas dari perusahaan yang bersangkutan.

CV BAHASA INGGRIS

Personal Data

Name : Nenty Dwi Handayani

Place of Birth : Jakarta

Date of Birth : 4 Januari 1990

Nationality : Indonesia

Gender : Female

Status : Single

Religion : Moslem

ID Number : 09.5409.440190.0053

Address : Komplek Polri Munjul Rt 010/ 03 No. C9 Cipayung

East Jakarta 13850

Handphone : (021) 80336743/ 081519356690

E-mail : nenty.dwihandayani@gmail.com

Formal Education

1995-2001 : SDN Cilangkap 03 Pagi, Jakarta

2001-2004 : SLTPN 230 Pondok Ranggon, Jakarta

2004-2007 : SMU Bina Dharma Ciracas, Jakarta

2007 until now : Universitas Gunadarma, S1 Faculty economi

Qualification and Skill

Honest, loyal and highly dedicated

Easy to adapt

BHOPAL_NENTY

BHOPAL

Pada 24 April 1985, Warren M. Anderson, 63 tahun ketua dari Union Carbide Corporation, membuat suatu pengumuman mengecewakan sehingga membuat marah stockholde di tempat mereka rapat tahunan di Danbury, Connecticut. Anderson, yang dengan segera dipenjara oleh pemerintahan India dalam biaya dari “Kelalaian dan kejahatan hutang perusahaan”, yang mencurahkan semua perhatiannya untuk masalah penipuan perusahaan. Pengumumannya diperhatikan dalam bentuk perincian yang lengkap dari negosiasi dengan pejabat dari pemerintahan India: mereka menolak sama seperti tak mencukupi memperkirakan $200 juta dari kompensasi untuk kematian dari 2000 orang dan 200.000 lainnya luka-luka, yang mana disebabkan pada bulan Desember tahun 1984 terajdi keracunan gas metal isocyanate dari sebuah Union Carbide menanam pestisida yang ditempatkan di Bhopal, India. Dalam membangun lebih dari $35milliar dalam menggugat dokumen melawan penutupan hutang perusahaan, dilaporkan total hanya $200juta yang mengacaukan persediaan perusahaan. Kemarahan para stockholders melengkapi dokumen, membiayai mereka sampai derita itu hilang lebih dari $1 milliar karena para manajer perusahaan yang membiarkan peringatan mereka dari resiko penanaman India. Analisis memprediksi bahwa perusahaan akan menjadi paksaan dalam kebangkrutan. Dengan ironis, Union Carbide di Bhopal kehilangan uang selama beberapa tahun dan Anderson mempertimbangkan menutupnya.
Dengan sungguh-sungguh gas methyl isocynate itu bocor dari penanaman karbit yaitu gampang menguap dan mengandung Toksin kimian yang tinggi yang digunakan dalam membuat pestisida. Dalam 500 kali lebih beracun daripada sianida dan itu bereaksi dengan bahan peledak dengan hampir sedikit zat, termasuk air. Larut malam pada tanggal 2 Desember 1984 methyl isocyanate disimpan dalam sebuah tank di pabrik Bhopal yang dimulai mendidih dengan hebat ketika air atau dengan tidak sengaja beberapa zat lainnya dimasukkan ke dalam tank. Sebuah unit pendingin yang akan dipindahkan dengan otomatis tidak mampu selama beberapa tahun terakhir. Shakil Qureshi, seorang manajer yang bertugas pada saat itu, dan Suman Dey, seorang operator senior yang juga sedang bertugas pada saat itu, keduanya menaruh prasangka terhadap bacaan inisial dari pengukuran mereka dari ruang pengendalian. “Instrumen-instrumen sering tidak bekerja,” kemudian Qureshi berkata, “Mereka telah merusak dan kristal –kristal akan membentuk mereka.”
Pada jam 11:30 malam penanaman mata pekerja-pekerja yang terluka bakar.tetapi jenasah-jenasah pekerja tidak diperhatikan karena, seperti yang kemudian dilaporkan, sedikit lubang yang bocor umumnya ditanamkan dan sering pertama kali dideteksi pada cara ini. Banyak pekerja yang buta huruf tiba-tiba dengan sungguh dari kimia properti. Bukan sampai 12:40 pagi, seperti pekerja-pekerja yang mulai melemas dari gas, mereka mewujudkan sesuatu yang salah dengan dratis. Lima menit kemudian, katup keadaan darurat yang disimpan dalam tank meledak dan gas beracun putih mulai menembak ke luar dari pipa dan hanyut menuju kota Shanty mengikuti arah angin dari tempat penanaman. Sebuah alarm berbunyi sbagai manager Dey berteriak ke dalam pabrik dengan loudspeaker bahwa ada lubang yang bocor yang mengalami erupsi berat dan pekerja harus melarikan diri dari area tersebut. Sementara itu, Quereshi meminta truk-truk pemadam kebakaran perusahaan untuk menyemprot menyelamatkan gas denganair yang murni dari bahan kimia. Tetapi tekanan air terlalu kecil untuk mencapai ketinggian 120 kaki. Kemudian Dey bergegas membalik arah pelepasan angin yang harus menetralkan keluarnya gas dengan soda pahit. Sayangnya, pelepasan angin tersebut mati selama perawatan 15 hari terakhir. Seperti awan putih yang berlanjut untuk mengalir keluar dari pipa, Qureshi berteriak kepada pekerja-pekerja untuk menghidupkan menara yang menyala terdekat untuk memadamkan gas. Menyala, bagaimanapun tidak akan padam karena pipa-pipa rusak dan masih dalam perbaikan.
Kepanikan pekerja mengalir keluar dari penanaman dan awan maut membereskan tetangga kota Shanty yaitu Jaipraksh dan Chola. Ratusan meninggal di tempat tidur mereka, pertolongan terlambat melemaskan dalam kejang-kejang yang hebat seperti pembakaran yang memenuhi paru-paru mereka dengan benda cair. Ribuan dibutakan oleh gas yang mudah terbakar, dan ribuan lainnya menderita terbakar dan luka-luka di hidung dan saluran bronkis. Ketika itu, kurang lebih 2000 meninggal dan 200.000 terluka. Mayoritas meninggal berjongkok yang dengan membangun pondok-pondok ilegal untuk membangun pabrik berikutnya. Daerah bertahan hidup dari gang-gang, paling banyak dari mereka adalah buta huruf, sesudah deklarasi itu mereka membangun pondok pengembaraan mereka di sana karena mereka tidak mengerti akan bahaya dan berpikir bahwa membuat pabrik yang sehat “obat untuk penanaman”
Para manager dari Union Carbide dari US membangun penanaman Bhopal pada tahun 1969 dengan ijin dari pemerintahan India, yang mana cemas untuk menambah produksi dari pestisida yang dengan berharap dibutuhkan dalam menaikkan makanan untuk populasi India yang besar. Lebih dari 15 tahun, pestisida memberi kesempatan India untuk memotong padi tahunan turun dari 25% menjadi 15%, menyimpan 15 juta ton padi, atau cukup untuk memberi makan 70 juta orang selama satu tahun penuh. Pemerintah India dengan mau menerima teknologi, keahlian, dan peralatan yang diberikan oleh Union Carbide, dan pekerja-pekerja India besyukur atas kerja perusahaan, tanpa mereka akan mengemis atau menderita kelaparan, seperti sistem kemakmuran India. Kembali, India menawarkan tenaga kerja perusahaan yang murah, pajak yang rendah, dan sedikit hukum yang meminta lingkungan peralatan yang mahal atau biaya perlindungan tempat kerja. Dalam perbandingan dengan pabrik-pabrik lainnya di India, Union Carbide menanamkan pertimbangan sebuah model, hukum kekal warga negara dengan sebuah catatan keamanan yang baik. Pemerintahan resmi mengatakan: “mereka tidak pernah menolak untuk memasang apa yang kita tanyakan.”
Pada waktu tak memuaskan, penanaman pestisida di Bhopal yang dioperasikan oleh Union Carbide India Ltd., sebuah tunjangan dari Union Carbide Corporation dari Danury, Connecticut, yang mana pengendalian menarik dari 50.9% ke dalam perusahaan India. Dewan direktur Union Carbide India Ltd., meliputi satu top manajer dari induk Union carbide Corp. Di US dan 4 top manager dari tunjangan Union Carbide berdasarkan di Hongkong. Laporan dari perusahaan India yang dengan umum diulang oleh Manajer dari Danbury, yang memberi kuasa melatih keuangan dan teknik pengendalianm Union Carbide India Ltd. Walaupun detail hari ke hari ditinggalkan oleh para manajer India, para manajer Amerika mengendalikan anggaran-anggaran, memasang kebijaksanaan besar dan keputusan teknik langsung untuk pelaksanaan dan perawatan penanaman.
Sebelum tragedi , tunjangan Undian melakukan pemiskinan. Dalam usaha menahan kerugian tahunan sebesar $4juta dari penanaman tak menguntungkan, manajer lokal perusahaan menginisiasi beberapa program pemotongan biaya. Hanya pada tahun sebelumnya, nomor dari peralatan para operator masing-masing perubahan mengurangi dari 12 menjadi 5, menjatuhkan moral, dan banyak operator yang bagus berhenti dan penempatan pekerja dengan pendidikan di bawah permintaan oleh persahaan manual. Meskipun demikian Warren Anderson dan manajer Union Carbide lainnya (U.S) mendesak tanggung jawab dari penanaman operasi yang tenang dengan manajer lokal India, mereka tergesa-gesa mengatakan bahwa semua pemotongan biaya diukur dengan adil.
Dua tahun sebelum bencana, manajer Amerika mengirim 3 tenaga ahli dari US untuk mengsurvey penanaman dan sebagai akibat dari kata-kata manajer india pengobatan 10 besar mengalami penurunan dalam keamanan peralatan dan prosedur. Manajer India menulis kembali masalah yang telah dikoreksi “Kita tidak punya alasan untuk percaya tentang apa yang menggambarkan tentang kami oleh Union Carbide India Ltd. tidak benar” kata para manajer America yang mempertimbangkan penutupan kerugian penaman tahun awal, tetapi kota India dan petugas bagian menanyakan apakah perusahaan tetap membuka pemeliharaan pekerjaan ribuan pekerja dalam penanaman dan ketergantungan industri lokal.

TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTANSI

“BHOPAL”

4EB04

Nama Kelompok:
Andrianti Syahputri (20207114)
Asri Poerwanti (20207175)
Ayu Shinta Sari (21207437)
Dian Tri Oktaviany (20207324)
Garry Aditya (20207496)
Mavela Anggrainiza Hafsah (20207701)
Nenty Dwi Handayani (21207400)
Theresia Ratnaningrum E (21207091)
Weny Silvia (21207158)

Universitas Gunadarma
2010

Jumat, 10 Desember 2010

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut :

1. Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semuakegiatan yang dilakukannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

3. Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4. Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.

6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.
Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.